Menikmati Jalan Malioboro, Jantung Kota Yogyakarta

  • Whatsapp

Berkunjung ke Yogyakarta belum lengkap rasanya jika belum menjelajahi Jalan Malioboro. Menikmati hiruk pikuk Jalan Malioboro yang selalu riuh. Terletak di dekat wisata Titil Nol Kilometer, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai pasar serta merasakan pesona tradisional. Ini merupakan salah satu tempat wisata paling terpopuler bagi pengunjung Yogyakarta.

Hamparan tanah sepanjang 2,5 kilometer dari Tugu Jogja juga terkenal dengan sejarahnya yang panjang, yang berdampak pada perkembangan Yogyakarta hingga saat ini. Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1750-an, dan salah satu kolonial Belanda menamakannya Jalan Malioboro pada tahun 1810-an. Kawasan Malioboro dibangun dengan tujuan menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian sejak awal. Hingga saat ini tetap menjadi wajah Yogyakarta.

Bacaan Lainnya
wisata malam jalan malioboro yogyakarta
wisata malam jalan malioboro yogyakarta

Apa yang bisa kamu lakukan jika sedang berjalan-jalan di Jalan Malioboro?

  • Belanja oleh-oleh unik khas Yogyakarta.

Saat berkunjung ke Malioboro, Anda bisa menikmati keindahan arsitektur kolonial yang terpelihara dengan baik di jalanan sambil berbelanja oleh-oleh khas Yogyakarta. Pedagang kaki lima dan toko yang berdiri sendiri menjual berbagai barang, termasuk batik cap tangan yang terkenal, perhiasan perak di Kota Gede, hiasan dan suvenir lainnya.

Anda juga bisa berbelanja di Pasar Beringharjo yang merupakan pasar tradisional tertua di kawasan Kraton Yogyakarta yang terletak di ujung Jalan Malioboro. Pasar tradisional yang menjual berbagai barang, antara lain makanan, pakaian, dan pernak pernik. Tips Berbelanja di Kawasan Malioboro! Untuk mendapatkan harga murah, Anda harus pandai menawar dengan pedagang.

  • Berjalan menyusuri Jalan Malioboro dan berfoto.

Keindahan jalanan Malioboro yang khas dengan budaya Yogyakarta menjadikan kawasan ini sebagai spot instagrammable yang wajib Anda kunjungi untuk menerangi media sosial Anda. Andhong yang merupakan kereta kuda merupakan ikon tradisional jalan Malioboro. Wahana menarik lainnya untuk menjelajahi sudut-sudut perbelanjaan adalah Becak, yaitu becak yang dikendarai oleh orang-orang ramah dengan harga terjangkau yang akan memberi Anda tips terbaik dan menunjukkan tempat-tempat tersembunyi itu. Daya tarik Jalan Malioboro tidak hanya terlihat pada siang hari, tetapi juga pada malam hari. Pada malam hari, lampu hias di sepanjang Jalan Malioboro membuat suasana menjadi sangat semarak.

  • Memanjakan diri dengan kelezatan kuliner khas Yogyakarta
Rekomendasi Villa Lain >>  Keindahan Masa Lalu di Sumba

Jika Anda pergi berlibur tanpa menikmati masakan lokal, perjalanan Anda tidak lengkap. Jalan Malioboro merupakan salah satu lokasi yang sering dikunjungi untuk berbagai kuliner selain daya tariknya. Gudeg, pecel, bakpia, sate kere, dan berbagai macam gorengan hanyalah beberapa contohnya. Jika Anda ingin berwisata kuliner di Malioboro, Anda harus tiba setelah pukul 20.00 untuk menjelajahi kuliner yang lebih nikmat.

  • Berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg terletak di ujung Jalan Malioboro bagi mereka yang tertarik dengan wisata sejarah. Benteng Vredeburg dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan Belanda pada masa penjajahan Belanda. Museum Benteng Vredeburg telah menjadi tujuan wisata populer yang menampilkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Belum ada rating

Silahkan berikan rating untuk post ini !

Pos terkait